Cileunyi, Kabupaten Bandung — Pembangunan Masjid Al-Hilal di kawasan Gamblung, Cileunyi Kulon, Kabupaten Bandung, resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama pada 16 September 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan pembangunan masjid yang merupakan bagian dari pengembangan kawasan wakaf produktif seluas 5,3 hektar.
Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 120 tamu undangan, terdiri dari unsur pimpinan yayasan, kepesantrenan, santri, jamaah majelis taklim, pemerintah dan bersama mitra, serta berbagai pihak yang mendukung pembangunan Masjid Al-Hilal Cileunyi.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh Bapak H. Nandang (Ketua Pembina Yayasan) yang didampingi istri, Bapak Iwan Setiawan (Direktur Laziswaf Pesantren Al Hilal), Tri Eka Shofyandi (Direktur Marwah Wakaf Indonesia), dan bersama mitra, sebagai simbol dimulainya pembangunan masjid yang diharapkan menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan sekaligus bagian penting dari pengembangan kawasan wakaf produktif di Cileunyi.
Dalam proyek amal jariyah ini, Marwah Wakaf Indonesia berperan sebagai penyambung dana untuk pembangunan Masjid Al-Hilal. Dukungan tersebut merupakan bagian dari kontribusi terhadap big plan pengembangan lahan wakaf seluas 5,3 hektar, yang di dalamnya direncanakan berbagai program produktif, termasuk pembangunan masjid.
Sementara itu, Wakaf Salman ITB, di bawah kepemimpinan Direktur Wakaf Salman Ir. Hari Utomo, MBA, turut memberikan dukungan pendanaan bagi pembangunan Masjid Al-Hilal. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi dalam mengembangkan aset wakaf agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Pembangunan Masjid Al-Hilal ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun. Keberadaan masjid nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem kawasan wakaf yang mampu mendukung keberlangsungan dan pengembangan manfaat wakaf produktif.
Pimpinan Marwah Wakaf Indonesia, Tri Eka Shofyandi, menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan lembaganya dalam pembangunan tersebut.
“Alhamdulillah bisa ikut andil dalam proyek kebaikan ini, semoga diberikan keberkahan dalam setiap ide dan pergerakan kita untuk ummat.”
Marwah Wakaf Indonesia sendiri terus berkiprah dalam pengembangan wakaf dan wakaf produktif, dengan mendorong agar aset wakaf dapat dikelola secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Hal senada juga menjadi semangat Wakaf Salman ITB yang selama ini bergerak dalam bidang wakaf dan sosial, sekaligus mengembangkan berbagai potensi kebaikan yang dapat memberikan dampak secara berkelanjutan (sustainable).
Pembangunan Masjid Al-Hilal menjadi salah satu bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan lahan wakaf seluas 5,3 hektar dapat berkembang menjadi kawasan yang memberikan manfaat secara berkesinambungan. Sinergi antara lembaga wakaf, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat melahirkan ekosistem kebaikan yang tidak hanya menghadirkan sarana ibadah, tetapi juga memperkuat kebermanfaatan aset wakaf bagi masyarakat.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Masjid Al-Hilal diharapkan kelak menjadi pusat ibadah, pembinaan umat, dan bagian dari pengembangan kawasan wakaf produktif yang memberikan manfaat luas bagi generasi hari ini maupun generasi mendatang. (Idris Syah, 24/09/2026)
